Month: February 2014

Berburu Perlengkapan Musim Dingin Alias Toko Perlengkapan Outdoor

Berburu Perlengkapan Musim Dingin Alias Toko Perlengkapan Outdoor

Semenjak 10 tahun lebih yang lalu aktifitas “naik naik ke puncak gunung” benar benar sdh stop nggak pernah lagi saya lakukan. Berhubung tiba tiba magma tersebut muncul kembali bersamaan dengan keinginan saya untuk jalan dan melihat pemandangan dengan pergi ke kaki gunung everest mau nggak […]

Traveling Harus Punya Banyak Uang? Siapa bilang??

Traveling Harus Punya Banyak Uang? Siapa bilang??

Sebenernya, ongkos traveling itu gak semahal yang orang-orang bayangkan kok. Ya, memang traveler sendiri dibagi dalam berbagai kelompok seperti: flashpacker, luxury traveler, dan backpacker. Karena gue masih kuliah dan gak punya banyak duit, maka dengan senang hati gue masuk ke kategori terakhir, yaitu backpacker. Backpacker […]

Menikmati Perjalanan Penuh Hawa Mistis di Goa Jepang Bandung

Menikmati Perjalanan Penuh Hawa Mistis di Goa Jepang Bandung

Jika berkunjung ke kota kembang mapirlah ke salah satu objek wisata yang terletak di Taman Hutan Raya Juanda, Bandung. Objek wisata tersebut ialah Goa Jepang Bandung.

Goa Jepang ini merupakan salah satu tempat favorit  untuk menghabiskan waktu liburan di Bandung. Goa Jepang Bandung merupakan saksi bisu perjalanan sejarah Indonesia pada zaman penjajahan Belanda.

Diketahui, pembanngunan Goa Jeang ini dibangun pada tahun 1942. Saat itu pasukan tentara Jepang masih menguasai Indonesia dan menggunakan goa yang tanpa penerangan ini sebagai tempat persembunyian dari serangan musuh. Pada saat pembangunannya, penduduk pribumi dipaksa untuk melakukan Romusha demi mencapai kesempurnaan goa.

Kini setelah Indonesia telah merdeka dari tangan penjajah, goa ini pun terbengkalai. Lalu kemudian dijadikan sebagai tempat wisata yang akhirnya menjadi kawasan wisata favorit yang ada di daerah Dago Pakar, Bandung.

Goa Jepang ini memiliki empat lorong yang bisa digunakan sebagai jalan masuk. Lorong kedua dan ketiga digunakan sebagai lorong jebakan untuk para musuh. Selain empat lorong terdapat juga empat kamar yang pada zaman penjajahan dipakai sebagai tempat beristirahatnya para panglima. Total panjang keseluruhan Goa Jepang Bandung ini adalah 70 meter.

Kawasan Wisata Mistis

Seperti halnya goa, suasana Goa Jepang ini pun terkesan mistis. Ruangan lorong yang gelap, jalanannya yang licin dan suasananya yang suram membuat Goe Jepang Bandung ini terkesan angker. Menurut keterangan yang ada di dalam goa, sering terdengar suara jeritan, rintihan, atau penampakan sesosok bayangan yang katanya adalah penampakan dari para pekerja paksa yang tewas dan dikubur di dalam goa.

Namun, meskipun terkesan angker banyak pengunjung yang tertarik dan penasaran seperti apa suasana dalam Goa Jepang Bandung ini. Berbagai komunitas penyuka mistis pun silih berganti menguji nyali di goa yang tidak terlalu luas ini, jalan yang berliku-liku serta banyaknya tanaman liar membuat perjalanan di Goa Jepang sungguh menantang nyali para pengunjung yang datang.

Mitos

Buat anak backpacker yang berkunjung ke Goa Jepang disarankan untuk mematuhi aturan-aturan dan mitos-mitos yang dipercaya oleh warga sekitar. Di Goa Jepang ini terdapat mitos “Lada”. Kata “Lada” ini tidak boleh diucapkan selama berjalan-jalan di dalam goa. Lalu aturan-aturan seperti harus tertib, jangan berisik dan jangan buang sampah sembarangan pun harus diikuti. Sunset Jankie.

Berendam Air Panas di Baturaden

Berendam Air Panas di Baturaden

Bagi traveler yang akan berakhir pekan di Purwokerto, Jawa Tengah, jangan lupa mampir ke Baturaden. Di sini, Anda bisa berendam di kolam alam air panas yang alami. Saat musim hujan seperti saat ini, pasti asyik berendam air panas Baturaden! Datang ke Purwokerto, Jawa Tengah tidaklah […]

Pengetahuan Menjadi Seorang Backpacker

Pengetahuan Menjadi Seorang Backpacker

Jika Anda seorang pemula di dunia backpacker, ada beberapa hal yang harus Anda lakukan sebelum membuat jejak. Mengetahui pengetahuan tentang Backpacking sangat penting untuk dapat benar-benar menikmatinya. Penting untuk memiliki pengetahuan dan membantu Anda untuk merencanakan perjalanan, tetap aman dan memiliki pengalaman secara baik. Seperti […]

8 Kebiasaan Buruk Para Backpacker

8 Kebiasaan Buruk Para Backpacker

Banyak orang memilih cara backpacking saat melakukan perjalanan. Tapi karena menghemat bujet, banyak dari mereka yang jadi punya kebiasaan buruk dan merugikan banyak orang. Berikut 8 di antaranya.

 1.’Numplek’ di satu kamar

Tak jarang backpacker ingin menghemat bujet penginapan dengan cara memasukkan banyak orang dalam satu kamar. Hal ini biasa terjadi kalau Anda traveling dengan banyak teman. Mungkin hal ini lumrah bagi Anda, tapi belum tentu dengan pihak hotel yang ditempati.

Seharusnya satu kamar standard hanya diisi 2 orang. Maksimal diisi oleh 4 orang, itupun pihak hotel pasti menyuguhkan opsi extra bed. Terlalu banyak orang dalam satu kamar berdampak pada ketidaknyamanan. Antrean yang lama bagi Anda yang ingin ke kamar mandi, kamar yang sempit, dan kamar berantakan yang ditinggalkan setelahnya.

2. Lusuh

Baik di luar negeri maupun Indonesia, backpacker identik dengan kata ‘lusuh’. Baju yang tidak diganti berhari-hari, mandi hanya beberapa kali dalam seminggu, pun tidak menyikat gigi.

Cobalah lebih higienis saat bepergian. Cuci dan gantilah baju Anda, terutama kalau berkeringat seharian. Kalau tidak tidur di penginapan, carilah kamar mandi umum untuk sekadar mandi dan sikat gigi. Bagaimanapun, kebersihan berpengaruh terhadap kesehatan Anda nantinya. Baca juga Tentang Hambatan dan Menyerah Dalam Perjalanan.

3. Pulang larut malam ke penginapan

Backpacker adalah tipe pejalan yang suka menghabiskan waktu di luar. Berangkat pagi hari, mengeksplor destinasi tujuan, dan pulang ke penginapan larut malam. Sah-sah saja, tapi ada hal yang harus Anda ingat.

Jangan berisik. Saat pulang larut malam ke penginapan, cobalah jangan berteriak dan membuat keributan. Banyak backpacker di luar negeri dipandang tidak baik karena pulang dalam keadaan mabuk dan menimbulkan kegaduhan.

Jangan bicara terlalu kencang apalagi berteriak. Saat masuk kamar, sebaiknya Anda tidak menyalakan beberapa lampu sekaligus. Jangan mengganggu istirahat backpacker lainnya, apalagi kalau Anda menginap di dormitori.

4. Tidak membereskan bekas pemakaian

Banyak backpacker tinggal di hotel murah atau dormitori, berbagi fasilitas dengan orang lain. Oleh karena itu, penting bagi para backpacker untuk membereskan kembali sisa-sisa pemakaian mereka. Baik di kamar mandi, meja makan, dapur umum, atau toilet bersama.

Jangan lupakan hal-hal kecil seperti menyiram toilet dan membuang tisu pada tempatnya. Jangan tinggalkan fasilitas umum dalam kondisi berantakan.

5. Membawa semua barang gratisan

Anda pasti sudah tahu, penginapan biasa menyediakan perlengkapan gratis seperti sabun mandi, sampo, sikat gigi, sampai sandal hotel. Nyatanya ini adalah salah satu kebiasaan traveler Indonesia, mengambil perlengkapan tersebut kemudian dibawa pulang.

Cobalah gunakan apa yang memang Anda butuhkan. Tak perlu mengambil perlengkapan-perlengkapan itu dan memasukkannya ke dalam tas. Toh sebagai backpacker, dari awal Anda sudah membawa peralatan mandi bukan?

6. Mencuri

Meski jarang terjadi, pencurian oleh backpacker cukup marak di luar negeri. Jangan lakukan hal itu, meski barang-barang kecil seperti handuk atau sekaleng minuman. Saat traveling ke luar negeri, Anda juga perlu berhati-hati terhadap backpacker yang aneh gelagatnya.

7. Tidak menghargai peraturan

Lain negara, lain lagi peraturannya. Ada tradisi dan budaya yang juga berlaku di sebuah tempat. Sebelum mendatangi destinasi tujuan, carilah informasi tentang aneka aturan yang berlaku. Mulailah dari hal-hal kecil yang bermanfaat seperti naik bus, memesan menu di restoran, sampai aturan merokok. Jangan abaikan peraturan di sebuah tempat, apalagi demi terlihat keren atau ‘anti-mainstream’.

8. Pelit

Di luar negeri, banyak cerita tentang backpacker yang berkelahi dengan pelayan atau supir taksi hanya demi beberapa sen. Jangan ditiru! Jangan karena Anda backpacker dan ingin menghemat bujet lalu tidak menghargai profesi orang lain. Tersenyumlah pada mereka, berterimakasihlah atas servisnya. Berilah sedikit tip kalau Anda berkenan. Sunset Jankie.

Tentang Hambatan dan Menyerah Dalam Perjalanan

Tentang Hambatan dan Menyerah Dalam Perjalanan

Seberapa sering kamu melakukan perjalanan? Aku setiap hari. Ini sombong? Bukan, mungkin karena kita memahami perjalanan dari sudut pandang yang berbeda. Perjalanan buatku, bukan sekedar mengunjungi tempat wisata atau pergi ke tempat-tempat yang jauh, karena bahkan dengan pergi ke pasar di belakang rumahmu pun, bagiku […]

Sedikit pengetahuan tentang Backpacker

Sedikit pengetahuan tentang Backpacker

Backpacker adalah istilah untuk menyebut traveler dengan budget minim demi misi menjelajahi tempat-tempat menarik di dunia. Tas punggung atau backpack menjadi ciri khas yang menemani mereka. Walau kini backpacker tidak melulu mengunakan tas ransel di punggung. Apa asyiknya menjadi backpacker? Padahal, jika menggunakan jasa biro […]