8 Kebiasaan Buruk Para Backpacker

8 Kebiasaan Buruk Para Backpacker

Banyak orang memilih cara backpacking saat melakukan perjalanan. Tapi karena menghemat bujet, banyak dari mereka yang jadi punya kebiasaan buruk dan merugikan banyak orang. Berikut 8 di antaranya.

 1.’Numplek’ di satu kamar

Tak jarang backpacker ingin menghemat bujet penginapan dengan cara memasukkan banyak orang dalam satu kamar. Hal ini biasa terjadi kalau Anda traveling dengan banyak teman. Mungkin hal ini lumrah bagi Anda, tapi belum tentu dengan pihak hotel yang ditempati.

Seharusnya satu kamar standard hanya diisi 2 orang. Maksimal diisi oleh 4 orang, itupun pihak hotel pasti menyuguhkan opsi extra bed. Terlalu banyak orang dalam satu kamar berdampak pada ketidaknyamanan. Antrean yang lama bagi Anda yang ingin ke kamar mandi, kamar yang sempit, dan kamar berantakan yang ditinggalkan setelahnya.

2. Lusuh

Baik di luar negeri maupun Indonesia, backpacker identik dengan kata ‘lusuh’. Baju yang tidak diganti berhari-hari, mandi hanya beberapa kali dalam seminggu, pun tidak menyikat gigi.

Cobalah lebih higienis saat bepergian. Cuci dan gantilah baju Anda, terutama kalau berkeringat seharian. Kalau tidak tidur di penginapan, carilah kamar mandi umum untuk sekadar mandi dan sikat gigi. Bagaimanapun, kebersihan berpengaruh terhadap kesehatan Anda nantinya. Baca juga Tentang Hambatan dan Menyerah Dalam Perjalanan.

3. Pulang larut malam ke penginapan

Backpacker adalah tipe pejalan yang suka menghabiskan waktu di luar. Berangkat pagi hari, mengeksplor destinasi tujuan, dan pulang ke penginapan larut malam. Sah-sah saja, tapi ada hal yang harus Anda ingat.

Jangan berisik. Saat pulang larut malam ke penginapan, cobalah jangan berteriak dan membuat keributan. Banyak backpacker di luar negeri dipandang tidak baik karena pulang dalam keadaan mabuk dan menimbulkan kegaduhan.

Jangan bicara terlalu kencang apalagi berteriak. Saat masuk kamar, sebaiknya Anda tidak menyalakan beberapa lampu sekaligus. Jangan mengganggu istirahat backpacker lainnya, apalagi kalau Anda menginap di dormitori.

4. Tidak membereskan bekas pemakaian

Banyak backpacker tinggal di hotel murah atau dormitori, berbagi fasilitas dengan orang lain. Oleh karena itu, penting bagi para backpacker untuk membereskan kembali sisa-sisa pemakaian mereka. Baik di kamar mandi, meja makan, dapur umum, atau toilet bersama.

Jangan lupakan hal-hal kecil seperti menyiram toilet dan membuang tisu pada tempatnya. Jangan tinggalkan fasilitas umum dalam kondisi berantakan.

5. Membawa semua barang gratisan

Anda pasti sudah tahu, penginapan biasa menyediakan perlengkapan gratis seperti sabun mandi, sampo, sikat gigi, sampai sandal hotel. Nyatanya ini adalah salah satu kebiasaan traveler Indonesia, mengambil perlengkapan tersebut kemudian dibawa pulang.

Cobalah gunakan apa yang memang Anda butuhkan. Tak perlu mengambil perlengkapan-perlengkapan itu dan memasukkannya ke dalam tas. Toh sebagai backpacker, dari awal Anda sudah membawa peralatan mandi bukan?

6. Mencuri

Meski jarang terjadi, pencurian oleh backpacker cukup marak di luar negeri. Jangan lakukan hal itu, meski barang-barang kecil seperti handuk atau sekaleng minuman. Saat traveling ke luar negeri, Anda juga perlu berhati-hati terhadap backpacker yang aneh gelagatnya.

7. Tidak menghargai peraturan

Lain negara, lain lagi peraturannya. Ada tradisi dan budaya yang juga berlaku di sebuah tempat. Sebelum mendatangi destinasi tujuan, carilah informasi tentang aneka aturan yang berlaku. Mulailah dari hal-hal kecil yang bermanfaat seperti naik bus, memesan menu di restoran, sampai aturan merokok. Jangan abaikan peraturan di sebuah tempat, apalagi demi terlihat keren atau ‘anti-mainstream’.

8. Pelit

Di luar negeri, banyak cerita tentang backpacker yang berkelahi dengan pelayan atau supir taksi hanya demi beberapa sen. Jangan ditiru! Jangan karena Anda backpacker dan ingin menghemat bujet lalu tidak menghargai profesi orang lain. Tersenyumlah pada mereka, berterimakasihlah atas servisnya. Berilah sedikit tip kalau Anda berkenan. Sunset Jankie.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *