Traveling Harus Punya Banyak Uang? Siapa bilang??

Traveling Harus Punya Banyak Uang? Siapa bilang??

Sebenernya, ongkos traveling itu gak semahal yang orang-orang bayangkan kok. Ya, memang traveler sendiri dibagi dalam berbagai kelompok seperti: flashpacker, luxury traveler, dan backpacker. Karena gue masih kuliah dan gak punya banyak duit, maka dengan senang hati gue masuk ke kategori terakhir, yaitu backpacker. Backpacker biasanya identik dengan tas punggung segede gaban yang biasa disebut carrier. Tapi carrier gue gak gede-gede banget kok, 20L aja. Malah kadang kalo Cuma deket dan gak lama gue Cuma pake Daypacks.

Untuk bepergian dengan cara backpacking, saat ini udah banyak forum-forum online dalam hal backpacking sehingga memudahkan kita untuk berbagi pengalaman selama trip, dan juga mencari temen ngetrip bareng supaya bisa sharing cost biar tambah murah. Diantaranya ada forum Backpacker Indonesia dan Kaskus Backpacker Community.

Sekarang gue mau buat itung-itungan aja deh, biar kalian tau kalau gue gak se-“high cost” yang kalian bayangkan. Biaya kita mungkin sebenarnya sama, hanya saja kalian tidak menyadarinya.

Apa yang kalian lakuin biasanya malem minggu atau hari libur lainnya? Ke mall? Shopping? Nonton? Ke salon? Nongkrong di café? Ambil contoh kalian pergi ke mall. Kalau dihitung-hitung pulang dari mall dan nonton mungkin kalian menghabiskan uang at least IDR 150,000. Belum lagi ditambah uang ke salon dan shopping. Gimana kalau hal serupa terjadi tiap minggu? Berapa uang yang kalian keluarkan sebulan? Exactly. Kayaknya lebih besar biaya hura-hura kalian daripada biaya traveling gue.

Dengan IDR 250,000nett gue bisa PP Jakarta-Dieng dan gue dapet banyak pengalaman. Meskipun gue harus naik kereta ekonomi selama 10 jam dan bukan kereta bisnis atau eksekutif.  Sebenernya duit sih bisa diusahakan naik eksekutif, tapi gue bukan tipe orang yang terlalu ‘gue harus naik eksekutif’ ‘gue harus naik pesawat’, dll. Bahkan, sampe sekarang gue kalo kemana-mana mending naik ekonomi. Nyokap gue pun pernah gue ajak naik kereta ekonomi Jakarta-Jombang yang makan waktu 14 jam perjalanan dengan abang asongan wara-wiri dan pake acara tidur ngemper di stasiun Jombang karena nyampe kepagian dan belom ada angkot. Tapi kan lumayan sampe Jombang Cuma habis IDR 70,000 berdua.

Hal serupa juga terjadi waktu gue ke Bali. Orang-orang ngira gue ke Bali karena gue lagi banyak duit. Tapi kenyataannya gak tuh. Gue dapet tiket promo Jakarta-Bali PP pake Citilink Cuma IDR 150,000 (lucky me, everyone will kill for this chance actually). Dan selama 9 hari gue di Bali gue Cuma menghabiskan duit  IDR 1,243,000 (biaya oleh-oleh gak termasuk yee). Dengan biaya segitu gue Cuma makan 1 hari sekali dan kadang masak mie doang pake teko listrik. (masihkah kalian bilang saya orang yang tidak bisa diajak susah???)

Jujur aja, gue bukan orang yang suka nongkrong, nonton, nge-mall, atau shopping. Duitnya gue tabung buat biaya trip gue selanjutnya. Gadget gue jarang banget ganti, gak kayak adek gue. Kadang, di kampus gue gak jajan melainkan pilih bawa bekal dari rumah dan otomatis uang jajan gue seminggu utuh. Selain itu, gue juga jualan tuh. Jadi gue gak minta duit traveling dari nyokap. YAP! Semua murni hasil duit tabungan dan jerih payah gue sendiri. Gak tau kenapa, dari dulu nyokap gak pernah mau beliin gue apapun, bahkan kamera digital dan mp4 pun gue harus nabung pake duit sendiri.

Terkadang, orang butuh pengalihan sementara dari rutinitas yang rutin ia lakukan. Dan gue memilih traveling. Jadi, bukan berarti gue traveling menghambur-hamburkan duit ya. Gak salah dong kalo kita sedikit menikmati hasil jerih payah sendiri.

So, for those who judged someone who loves traveling as a high cost person, I hope this blog post can make another perception in your head. Good luck and happy traveling. Sunset Jankie.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *