Tag: sunset jankie

Keindahan Tersembunyi Pulau Saronde Gorontalo

Keindahan Tersembunyi Pulau Saronde Gorontalo

Indonesia mempunyai banyak pulau kecil menawan yang belum banyak diketahui tetapi memiliki keindahan yang menakjubkan, salah satunya adalah Pulau Saronde. Pulau ini terletak di kecamatan Kwandang, Gorontalo Utara atau berjarak sekitar 65 km dari kota Gorontalo. Saronde adalah pulau kecil dengan luas keliling sekitar 1 km. […]

Wisata Petualangan Kematian Di Tana Toraja

Wisata Petualangan Kematian Di Tana Toraja

Percaya atau tidak! Hanya di Tana Toraja, aroma kematian bisa harum menggembirakan jiwa. Karena, di setiap lekuk-lekuk bumi Toraja, bau kematian menguar bukan hadir dalam bentuk yang menakutkan. Ia mewujud manis pada tradisi-tradisi kematian Toraja yang begitu ‘indigenous’ – yang khas, yang spesial hanya ada […]

Wisata Pantai Di Garut

Wisata Pantai Di Garut

Siapa bilang berlibur ke kota Garut harus melulu berendam air panas? Sekali waktu, cobalah mampir keujung selatan kabupaten Garut. Kita akan terpesona dengan keindahan pantainya yang sayang jika tidak disinggahi. Dari beberapa pantai di pesisir Garut, ada dua pantai yang terkenal dengan keunikkannya, yakni Pantai Sayang Heulang dan Pantai Santolo.

Akses menuju lokasi pantai cukup mudah, bisa dijangkau dengan rute Bandung-Garut-Cikajang-Pameungpeuk-Cikelet. Bila tidak memiliki kendaran pribadi, tersedia angkutan umum yang menuju tempat ini. Meski harus menempuh waktu selama empat jam dari kota Garut, kita tidak akan bosan karena sepanjang perjalanan mata akan dimanjakan dengan hamparan hijau perkebunan teh. Kita juga akan menempuh jalan yang sempit, berliku dan tebing curam namun masih temasuk kategori baik dan nyaman.

Pantai Sayang Heulang

Pantai Sayang Heulang berada di desa Mancagahar,kecamatan Pameungpeuk. Pantai ini menawarkan keunikkan karena kontur pantainya yang landai dengan kombinasi pasir putih dan air laut yang biru. Bahkan karena jernihnya air, dengan mudah kita dapat melihat beragam hayati laut terjebak diceruk-ceruk gugusan karang yang memenuhi bibir pantai. Seperti pandan laut yang berayun gontai dan ikan-ikan kecil yang berenang lincah. Tapi kita harus waspada, banyak ular laut bergerak gesit bersembunyi disela-sela karang. Soal kuliner, jangan lupa untuk mencicipi mata lembu yang menggoda, yaitu sejenis olahan dari keong laut. Untuk pengginapan, tersedia rumah-rumah penduduk dengan biaya tidak memberatkan kantong kisaran harga Rp. 50.000 – Rp.300.000 per malam, tergantung dari fasilitas.

Pantai Santolo

Tidak jauh dari Pantai Sayang Heulang, kita akan menemukan pantai yang tak kalah indah yakni Pantai Santolo. Dengan menggunakan perahu kayu nelayan, kita sudah dapat menjejakkan kaki di Pantai Santolo. Hanya membayar tarif sebesar Rp. 2.000 saja. Pantai Santolo sendiri berarus tenang, tidak ada ombak yang sampai ke tepi pantai karena di tengah pantai berderet karang besar setinggi tiga meter menghentikan ombak. Sisa bangunan tua berupa bendungan peninggalan Belanda semakin menambah keunikkan pulau ini. Dan yang paling eksotis dari pantai ini adalah hitamnya hamparan batu karang yang berbentuk seperti mangkok. Pantai Santolo memang cocok bagi pengemar fotografi. Banyak sudut menarik yang dapat dijadikan objek foto.

Berkunjung ke Pantai Santolo, semakin lengkap bila menyantap gurihnya ikan bakar yang dihidangkan bersama nasi panas, tumis kangkung dan sambal jahe. Harga pengginapan di pantai ini tidak jauh berbeda dengan yang ada di Pantai Sayang Heulang, namun kondisinya lebih ramai dan sudah dipenuhi warung-warung kecil.

Laut biru yang tampak tenang memang selalu mendamaikan hati yang memandang. Berjalan disisi pantai dengan pasir yang halus ditemani riak ombak yang tenang sungguh menyejukkan jiwa. Sayangnya, pemerintah daerah kurang peka akan prospek wisata menjanjikan ini. Ditambah ketidaksadaran warga sekitar dan pengunjung yang mengotorinya dengan sampah. Padahal kalau digarap secara maksimal, pantai di Garut Selatan ini memiliki potensi yang besar untuk menyerap wisatawan. Sunset Jankie.

Taman Nasional Baluran Benua Ibu Di Tanah Jawa

Taman Nasional Baluran Benua Ibu Di Tanah Jawa

Pernah mendengar kata Benua Ibu? Yap, itu adalah julukan untuk Benua Afrika, daratan yang terkenal memiliki pada savana luas dengan sebaran beragam jenis hewan liar. Lalu, pernahkah Anda ke sana? Tidak perlu jauh-jauh kalau mau merasakan sensasi ala Benua Ibu, cukup menuju ke Timur Pulau […]

7 Pantai Eksotis Namun Jarang Dikunjungi

7 Pantai Eksotis Namun Jarang Dikunjungi

Salam backpacker dimanapun anda berada, setuju kan kalau ada tanah air kita tercinta ini adalah Negara kepulauan dengan kekayaan wisata baharinya? Lokasi wisata bahari ini tersebar diseluruh Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Tempat wisata pantai di Indonesia juga tak kalah menarik dengan wisata pantai yang […]

7  Tips Berpetualang Di Pulau Tak Berpenghuni

7 Tips Berpetualang Di Pulau Tak Berpenghuni

Salah satu kegiatan mengasyikan saat traveling adalah menjelajahi pulau tak berpenghuni. Banyak hal menarik sekaligus tantangan yang akan ditemui. Di dunia ini punya banyak hamparan pulau tak berpenghuni. Meski minim informasi, tak sedikit traveler yang berpetualang ke pulau-pulau tersebut. Disebabkan banyak kejutan dan tantangan yang akan dilihat dan dihadapi, mulai pantai perawan atau keajaiban alam lainnya. Dan berikut 7 Tips Berpetualang Di Pulau Tak Berpenghuni.

1. Siapkan perbekalan yang cukup
Jangan menggangap enteng soal perbekalan saat menjelajahi pulau tak berpenghuni. Meski Anda bisa mendapatkan makanan dari alam, tapi ada baiknya siapkan perbekalan dari rumah.

Air adalah perbekalan yang paling penting. 80 Persen tubuh manusia terdiri dari air, jadi air akan menjadi sumber tenaga dan mencegah dari dehidrasi. Bawalah botol minum secukupnya dan baiknya jangan boros saat meminum. Siapkan pula perbekalan lainnya seperti makanan siap saji, snack, dan lain-lain. Dijamin, Anda akan kerepotan saat perbekalan tidak mencukupi.

2. Bawa kompas atau GPS
Kompas atau GPS akan sangat membantu Anda dalam perjalanan ke pulau tak berpenghuni. GPS memberikan titik koordinat dan posisi Anda berpijak, serta dapat menunjukan kontur lingkungan sekitar.

Sedangkan kompas, menjadi arah acuan Anda untuk berjalan. Anda dapat mengetahui ke arah mana matahari terbit atau tenggelam, yang dapat menjadi jalan keluar Anda dari hutan. Jika GPS Anda eror, maka kompas menjadi pacuan Anda. Pintar-pintar mempelajari kompas ya!

3. Tinggalkan pesan kepada keluarga atau kerabat
Jangan sekali-kali berpergian jika Anda tidak memberitahu keluarga atau kerabat terdekat. Hal ini akan menjadi bumerang bagi Anda. Dengan memberitahu keluarga atau kerabat dekat, mereka dapat mengetahui ke mana Anda pergi.

Nantinya, mereka dapat menjadi penolong bagi Anda. Jika Anda tidak ada kabar, seperti tersesat, mereka akan mencarikan bantuan dan memberikan lokasi Anda kepada tim penyelamat. Ini semua demi keselamatan Anda.

4. Siapkan peralatan survival
Selain kompas atau GPS, ada baiknya Anda menyiapkan peralatan survival lainnya. Peralatan tersebut seperti pemantik api, senter, pisau lipat, hingga jas hujan. Peralatan ini memudahkan perjalanan dan membuat Anda dapat bertahan di dalam hutan belantara.

Senter menjadi sangat berguna sebagai pencahayaan di malam hari. Pemantik api dapat Anda gunakan untuk membakar ranting pohon dan menghangatkan diri. Jas hujan akan melindungi Anda dari dinginnya derasnya air hujan. Selain itu, jangan lupa siapkan baterai cadangan untuk senter atau ponsel Anda.

5. Bawa obat-obatan pribadi
Siapkan tempat khusus di ransel untuk menaruh obat-obatan. Obat-obat tersebut berperan untuk menjaga daya tahan tubuh Anda. Meski Anda termasuk orang yang jarang sakit, tak ada salahnya menyiapkan obat-obatan untuk menghindari diri dari penyakit.

Beberapa penyakit yang biasanya menyerang traveler adalah maag, pusing, sakit perut, batuk dan flu. Oleh sabab itu, siapkan obat yang bisa menghilangkan gejala tersebut. Serta, bawalah obat merek tertentu yang sudah menjadi prefensi Anda.

6. Hemat tenaga
Ada baiknya, Anda menghemat tenaga selama menjelajahi pulau tak berpenghuni. Jangan terlalu asyik berlarian, bercanda, atau bermain-main di pantai. Simpan tenaga Anda untuk menjelajahi hutan atau padang rumput.

Selain itu, baiknya Anda tidur cukup di dalam tenda. Jangan sampai kehabisan tenaga di jalan, jika belum keluar dari hutan. Nikmatilah perjalanan, jangan jalan terburu-buru.

7. Meninggalkan tanda
Saat menjelajahi pulau tak berpenghuni, tentu ada banyak jalan yang dilalui. Trek-trek seperti hutan rimba atau semak belukar akan Anda lalui. Saat menyusuri jalan tersebut, baiknya Anda meninggalkan jejak agar dapat menjadi petunjuk pulang.

Banyak cara untuk meninggalkan jejak tersebut. Anda bisa membuat jejak dari goresan pada batang pohon atau mengikat potongan tali rafia pada ranting-ranting pohon. Jika Anda tersesat, jejak ini akan mengantarkan Anda ke jalan keluar.

Demikianlah traveler, itulah 7 tips untuk berpetualang di pulau tak berpenghuni yang dirangkum dalam Sunset Jankie. Siapkan fisik dan mental, serta nikmatilah tiap langkah perjalanan. Ingat, jangan membuang sampah sembarangan ya.

Tips Wisata Kuliner Yang Sehat

Tips Wisata Kuliner Yang Sehat

Tips wisata kuliner agar tetap sehat harus diperhatikan bagi Anda pembaca setia yang memiliki hobi wisata kuliner. Secara definisi, yang dimaksud wisata kuliner adalah salah satu bentuk rekreasi atau wisata yang tujuannya adalah untuk makan diberbagai tempat baru atau lama. Menjaga kesehatan tubuh dengan kuliner yang sehat […]

Hal Yang Harus Diperhatikan Sebelum Wisata Snorkeling

Hal Yang Harus Diperhatikan Sebelum Wisata Snorkeling

Negeri kita tercinta, Indonesia ini terkenal dengan luas dan indahnya lautan. Nah, pastinya kalian sudah sering bersnorkeling ria. Yang belum tau snorkeling itu apa sini dijelasin dikit yaa. Jadi, snorkeling itu adalah menyelam di permukaan laut saja, anda bisa mengagumi keindahan bawah laut dari permukaan air. […]

Sensasi Arung Jeram di Sungai Elo

Sensasi Arung Jeram di Sungai Elo

Degup jantung ini serasa makin kencang seiring dengan besarnya jeram yang menghadap didepan kami. Perasaan tegang bercampur tertantang menghinggapiku ketika perahu itu menuju jeram yang cukup besar. Derasnya arus air di Sungai Elo yang beradu dengan bebatuan besar membuat jeram semakin menantang.

Detik- detik menjelang jeram pun tiba hingga dada ini serasa tak suasa menahan detak jantung yang semakin kencang berdetak. Akhirnya…….wooow….jeram pertama sudah berhasil kutaklukkan. Ketakutan yang tadi sempat menghinggapiku akhirnya berganti dengan kepuasan yang tak terhingga dan menjadikanku tertantang untuk segera menjemput jeram- jeram berikutnya.

Begitulah kira- kira perasanku ketika aku untuk pertama kalinya mencoba arung jeram. Olahraga yang satu ini memang sudah cukup populer saat ini, meskipun butuh adrenalin yang cukup untuk melakukanya. Sebelum turun langsung kesungai untuk mencoba arung jeram aku berpikir mengenai resiko- resiko yang mungkin bakal menimpaku dari hanyut di arus yang begitu deras, tenggelam, jatuh di jeram terus menabrak batu- batu sungai dan lain sebagainya yang semuanya membuatku sempat berpikir beberapa kali untuk mencobanya. Dengan tekad yang bulat akhirnya kuberanikan diri untuk mencobanya.

Arung jeram atau White Water Rafting (WWR) mempunyai sejarah yang cukup panjang hingga sampai seperti yang kita biasa saksikan saat ini. Di mulai dari manusia purba yang menggunakan batang- batang kayu untuk untuk menyeberang dan transportasi. Selain mengikat batang- batang pohon untuk dijadikan seperti rakit, ada juga yang melubangi batang pohon yang kemudian berkembang menjadi kanoe. Begitu selanjutnya kemudian berkembang dari bentuk, kapasitas, hingga bahan bahan yang digunakan untuk membuat perahu menjadi seperti yang banyak kita saksikan saat ini.

Pagi itu aku bersama sekitar 17 temanku yang lain menuju Sungai Elo di Jawa Tengah untuk memulai arung jeram pertamaku ini. Memang ada beberapa temanku yang sudah pernah mencoba bahkan sering dalam hal arung jeram ini sehingga kita tidak perlu menyewa seorang skipper untuk mendampingi kami karena telah ada temanku juga yang jago untuk menakhkodai perahu.

Tiba dilokasi suasana masih cukup sepi. Aku dan teman- teman segera mengenakan peralatan standar keamanan pribadi yang berupa pelampung, helm, dan dayung. Setelah memompa dua buah perahu yang masing- masing berkapasitas maksimal 8 orang, kamipun segera melakukan pemanasan agar tidak keram saat melakukan pengarungan. Saat itu 14 orang dari kami termasuk aku akan melakukan pengarungan dengan dua buah perahu sementara sisanya menjadi tim darat yang tetap berkomunikasi untuk memantau keselamatan tim yang melakukan pengarungan.

Selesai pemanasan kamipun segera mengangkat perahu menuju ke sungai dengan menuruni tangga yang cukup terjal. Ternyata perahu karet yang berisi angin itu berat juga untuk diangkat oleh tujuh orang. Sampai diair aku segera naik ke perahu disusul teman yang lain. Sebelum mengarungi sungai kami melakukan latihan kekompakan tim dan belajar cara mendayung yang benar . setelah dirasa cukup pemanasan diatas perahu maka kami segera memulai pengarungan. Beberapa ratus meter dari titik start keadaan air masih flat. Selamat Mencoba Sunset Jankie.

Cara Packing Untuk Naik Gunung Yang Benar

Cara Packing Untuk Naik Gunung Yang Benar

Seperti yang selalu saya katakan, bahwa mendaki gunung perlu pengetahuan yang cukup dan persiapan yang matang. Salah satu hal yang harus diketahui oleh para pendaki adalah cara packing barang kedalam tas gunung atau yang biasa disebut tas carrier dengan benar. Apabila dalam packing barang-barang bawaan […]